Sabtu, 19 Januari 2019

Pesan Lama

Sumber: twitter


Pesan Lama

Langkah kakiku terhenti. Nani memandangku sedih.
“Jihan, apa kabar?” Katanya sambil memeluk tubuhku yang ringkih
“Aku baik, Nan.” Jawabku tak bisa melanjutkan kata-kata
“Sudahlah, han. Selesaikan mimpimu, lalu bangun. Aku sayang kamu, sahabatku.”Jawabnya membuyarkan lamunaku ke 2 bulan yang lalu
........
2 bulan sebelumnya
Sebuah surat datang. Kali ini aku harus berangkat selama 3 hari ke Jogja. Ya, ini adalah penugasan yang biasa untukku. Setelah kutandai agenda itu calendar HP. Segera kulipat surat itu dan memasukkannya ke tempat sampah.
Keesokan harinya, aku berangkat menggunakan pesawat paling pagi. Iseng kuupload status “first flight to Yogya”. 

Sebuah pesan datang.

“Satu kesempatan yang langka, Jihan. Apa kabar?” bunyi pesan itu.

Sebuah nama yang sudah berhasil kuhapus selama 14 tahun ini. Haryo, lelaki yang meninggalkan luka yang besar kala itu. Dia pergi hanya berbekal pesan sms ketika ulang tahunku. Pilu yang kurasakan membuatku mantap untuk menutup akses atasnya. Dan ini berhasil kulakukan. Entah kenapa aku harus masuk ke group wag kampus. Dan dia salah satu anggota disana.

Jantungku berdegup kencang. Rasanya membaca pesannya membuatku muntah. Tapi kejadian akhir-akhir ini membuatku bingung. Aku menantikan kehadirannya, meskipun hanya di whatsappgroup. Ketika dia hanya mengirimkan senyum untuk membalas ocehanku disana.
Aku rasa, sampah itu tidak selamanya hilang. Dia masih tertinggal dihatiku, tak terhapus meskipun sudah berselang 14 tahun lamanya.

..............
“Jihan, ayolah. Sadar. Haryo meninggalkanmu saat itu. Ingatlah ketika kou terpuruk karena kelakuannya.” Seruan Nani membuyarkan lamunanku.
“Iya, aku tahu Nan. Tapi, aku meyukainya ketika kemarin kami bertemu.” Kataku lemah.
“Apa? Gila. Apa kou menemunya?” Lengking Nani
“Iya. Tapi kami hanya berbicara , makan siang dan dia mengantarku pulang.” Jawabku jujur
“Lalu, apa yang kalian inginkan? Apa kou menikmatinya?” Tanya Nani semakin dalam
“Entahlah, Nan. Aku bingung sekarang. Tapi tidak mungkin ada jalan kembali untuk kami. Dia telah menikah. Meskipun mereka tinggal berjauhan.” Kataku
“Tidak ada meskipun, Jihan. Kou harus membersihkan hatimu. Lihatlah dirimu sendiri. Kou memiliki masa depan yang baik dengan Anto. Sebentar lagi kalian akan menikah.” Kata Nani semakin tak terkendali
“Aku mengerti kekhawatiranmu, kawan. Tapi tidakkan boleh aku menikmatinya sebentar? Untuk menghapus luka. Sekedar merasakan hari indahku dulu, ketika kami masih bersama.” Kataku semakin melantur.
“Apa yang ingin kou nikmati? Sampah luka? Tidakkah kou sadar. Dia mencampakkanmu sekali, dan tidak ada jaminan dia tidak melakukannya lagi. Sampah ya sampah. Kou harus tetap membersihkannya. Jika perlu kou buang jauh-jauh. Jangan pernah menyimpan sampah itu di rumah.” Jawab Nani
“Entahlah, Nan. Aku bingung.” Jawabku mulai terisak
Dan memang sulit, jika itu adalah mimpi yang pernah kou miliki. Senyuman yang begitu jahat, kalimat yang begitu merdu.
“Ya, dia memang pemikat. Dan aku selalu kalah dengannya.” Jawabku
“Nggak, Jihan. Kou pernah melupakannya, dan sekarang kou bisa melupakannya.” Kata Nani menggenggam tanganku.
Air mataku mulai menetes
“Jihan, ingat. Besok kou akan lamaran dengan Anto. Jangan sampai pertemuanmu dengan Haryo membatalkan rencana yang sudah kalian buat. Aku sungguh tidak akan terima.” Kata Nani
“Iya, iya. Aku tahu. Duh, pertemuan bodoh. Seharusnya aku menuruti nasehatmu, Nan.”

.....

Sebuah pesan masuk di malam itu
“Jihan, aku sungguh menyesal telah meninggalkanmu dulu. Bisakah aku memperbaikinya sekarang?” Ucap pesan itu
Dan dengan kesungguhan hati, kuhapus pesan itu tanpa sebuah hurufpun  terkirim.
Dan hati harus selalu terjaga agar selalu bersih.

Kamis, 17 Januari 2019

Lebih Mudah Mengasuh Anak Kembar dengan Indomilk UHT Kids Full Cream

      
Shafa dan Marwa usia 4 tahun
Dokumen Pribadi
      Bagi kami, anak adalah anugrah. Apalagi dikaruniai anak kembar. Rasanya anugerah itu dobel-dobel datangnya. Itu pula yang dirasakan oleh sebagian besar orang yang bertemu kami. Ungkapan seperti :

“Asyik ya punya anak kembar.”
“Aku mau punya anak kembar juga, ah. Nyenengin kayaknya.”
“Siapa yang punya keturunan kembar? Aku bisa gak ya?”
  Dan lain-lain

        Sebagian besar orang melihat memiliki anak kembar itu seindah ketika pertama kali menatap anak-anak kami. Cantik, lucu, nggemesin. Tapi tahukah bahwa seiring dengan kebahagiaan yang bertambah, tantangan pengasuhan anak kembar pun semarak dengan kedobelan haru biru lainnya. Seperti yang pernah saya tuliskan dalam buku saya di sini.
Ini yang membuat tugas pengasuhan anak kembar agak sedikit berbeda dengan mengasuh anak tunggal.
Berikut adalah sedikit diantaranya:

Periode bertahan hidup (0-1 Tahun)

Shafa Marwa Newborn
Dokumen Pribadi


Lahir pada minggu ke 36 kehamilan dan memiliki berat badan yang sangat kecil adalah kenyataan yang saya hadapi pada kelahiran si kembar. Shafa lahir dengan berat badan 2.150 gram sedangkan Marwa 2.350 gram. Bayi yang lahir dengan berat di bawah 2500 gram biasa disebut bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi-bayi BBLR yang lahir sebelum sempurna 37 minggu disebut preterm (premature) infant (bayi premature), yang mungkin memiliki atau tidak memiliki ukuran yang sesuai dengan kehamilannya. Tentu saya kaget melihat hal ini, karena anak-anak saya sebelumnya berukuran normal. Anak pertama kami lahir dengan berat 3000 gram dan anak kedua 3400 gam. Namun sebuah referensi menjawab rasa penasaran ini, dimana penyebab kelahiran dengan BBLR seringkali disebabkan karena kelahiran kembar (Martin , Hamilton, et al.. 2000).

Menyusui Anak Kembar

Menyusui untuk bayi dengan Air Susu Ibu (ASI) sangatlah penting, tidak saja bagi bayi tetapi juga untuk ibu. Banyak penelitian menyimpulkan bahwa kandungan gizi ASI yang sempurna membuat bayi tumbuh sehat dan cerdas. Masalahnya, meski niat kita cukup kuat untuk memberi ASI, namun diberikan kepada anak kembar akan menumbuhkan banyak keraguan yang bisa menghalangi niat mulia tersebut.
Pertanyaan yang muncul di kepala saya tentang menyusui si kembar adalah : Apakah ASI saya akan cukup untuk mereka berdua? Mampukan mereka berkembang secara optimal dengan porsi yang saya miliki?

Sebuah fakta yang mengejutkan yang saya alami yaitu, Saya berhasil memberi anak2 kembar saya  ASI sejak lahir hingga mereka berusia 1  tahun. Permasalahan muncul kemudian, ketika lewat usia 1 tahun. Ketika perkembangan anak kembar kami sudah semakin aktif dan produksi ASI pun semakin berkurang. Banyak pula tantangan dalam memberikan ASI dikala tubuh mereka semakin besar. Jangan ditanya bagaimana teknisnya, ya? Percayalah ini anugerah terindah dari Tuhan, dan hal terpenting yang akan dilakukan ibu adalah memberikan yang terbaik untuk  anak-anaknya
Saya dihadapkan pada dilema apakah tetap memberikan ASI saja atau dengan sufor. Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya mengambil jalan tengah. Saya tetap memberikan ASI dan dibantu pula oleh sufor. 

Penggunaan Susu Formula
          Ada banyak pertimbangan pemilihan susu formula untuk bayi kembar. Berikut adalah diantaranya :

Pertama, kandungan gizi
          Kita semua sepakat, ASI adalah minum dan makanan terbaik untuk bayi. Seluruh gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal terdapat di dalamnya. Bahkan agama Islam menganjurkan pemberian ASI hingga anak usia 2 tahun. Sedangkan dari sisi medispun terdapat anjuran ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan.

Banyak penelitian yang mengatakan, susu formula tidak sepadan dengan ASI. Namun, saya tetap memilihnya sebagai minuman pendamping ASI. Oleh karena itu pertimbangan penting dan utama dari pemilihan susu formula adalah kandungan gizi. Kita bisa melihatnya di kemasan yang ada. Apakah gizi yang terkandung dapat mendukung fungsinya dalam pemberian kalsium dan kesehatan tulang. Selain itu, susu tersebut aman dikonsumsi bayi.

Kedua, Alergi
Pertimbangan keamanan susu sangat penting bagi saya. Hal ini karena memiliki dua anak kembar memiliki reaksi yang berbeda dalam susu formula. Shafa saat itu alergi dengan susu sapi, sedangkan Marwa tidak. Alergi ini membuat dia sesak nafas dan sempat dirawat di RS. Sehingga sayapun menyesuaikan dengan jenis kandungan sufor yang saya berikan

Ketiga, Penyajian
Kalau masalah kepraktisan penyajian, ASI bisa dinobatkan sebagai pemenang. Apalagi bagi anak kembar. Si ibu tidak perlu repot-repot bangun malam, menyesuaikan temperatur air untuk menyeduh susu, menghitung jumlah susu yang diberikan, mengaduk dengan benar agar tidak terjadi kholik, memberikan dengan perlahan lalu membersihkan sisa susu di mulutnya.
Kalau ASI, the best dah praktisnya. Saat itu, saya masih menggunakan sufor bubuk dan harus bergelut dengan segala keribetan penyajian. Nah, jika saat ini ada susu yang aman untuk anak di atas 1 tahun maka, saya menyarankan itu sebagai alternatif terbaik bagi yang mengutamakan segi penyajian

 Keempat, Harga
           Keuangan keluarga menengah yang memiliki anak kembar, bagaikan telur orak arik. Apa iya? Iya, saya mengalaminya. Dan saya yakin hal ini akan diamini oleh sebagian besar keluarga dengan anak kembar. Hanya kami yang tahu bahagianya program buy one get one free atau sale 90% untuk babies item.
       Oleh karena itu harga susu terpaksa kami masukkan dalam pertimbangan dalam pemilihannya. Jika dulu, anak pertama dan kedua sempat merasakan susu merk premium dalam masa pertumbuhannya. Maka saya bersyukur anak kembar kamitetap sehat dan nyaman dengan merk yang umum ada di masyarakat namun dari sisi gizinya tidak kalah optimal.

Lebih mudah memberikan susu pada anak kembar dengan UHT

Ketika usia anak saya menginjak 2 tahun, saya mulai mengenalkan susu UHT pada mereka. Kenapa menunggu usia 2 tahun? Ya karena waktu itu, susu UHT yang aman bagi anak baru memperkenalkan varian minimal usia 2 tahun. Simpel saja alasannya, karena praktis dan anak saya sudah mendapatkan makanan dan minuman yang bervariasi. Sehingga mereka telah mendapatkan asupan gizi yang beragam.
Sayapun yang memiliki hobby travelling tidak pusing lagi dengan urusan persiapan tetek bengek persusuan ketika membawa mereka hang out. Cukup membawa sekian pcs susu UHT ke dalam tas, air minum, tissue kering dan basah, baju ganti, terus siap jalan deh.

Susu Indomilk UHT Kids Full Cream

 
Happy and Fearless ShaMa
Dokumen Pribadi
Saat ini, anak kembar saya telah menginjak usia 4 tahun. Dan mereka sudah memiliki kriteria tersendiri dalam memilih susunya. Salah satunya adalah varian rasa dan gambar/ karakter yang ada di kemasannya. Ketika saya pertama saya mencoba susu indomilk UHT Full cream, hal pertama yang saya perhatikan yaitu :

a   Gizi yang lengkap dan aman untuk anak usia diatas 1 tahun
Beragam kelebihan UHT Indomilk Full Cream bisa dilihat di kemasan
Dokumen Pribadi

Susu ini ternyata menjawab keinginan saya agar ibu dengan anak kembar dapat lebih enjoy memberikan susu pada anak-anaknya. Indomilk ini berani mengeluarkan 2 varian, yaitu putih dan coklat. Tentunya saya tidak perlu ragu dengan kandungan gizi yang ada di dalamnya karena dia dikeluarkan oleh Brand yang ternama yaitu Indofood. Nah, bagi yang anaknya masih usia 1 tahun, susu inipun cocok lho untuk dikonsumsi mereka. Asal dengan porsi yang pas dan tidak berlebihan ya. Kalau usia diatas 2 tahun mah oke dong pastinya.

     Kemasan
Saat pertama kali saya memperlihatkan susu ini kepada kembar kami, mereka senang karena Indomilk memberikan tokoh yang lucu dan energik. Sama seperti mereka yang saat ini lagi lincah-lincahnya bermain sepatu roda.

      Harga
Dari segi harga, Indomilk UHT Full Cream pun sangat terjangkau. Dan ini sangat penting, karena menginjak anak saya sekolah PAUD, susu ini bisa mereka beli dengan uang sakunya sebagai bekal di sekolah.


Nah, setuju kan jika anak kembar itu keren? Dan ibunya pun tidak boleh kalah keren sama mereka, karena tersita waktu untuk menyiapkan susu dengan segala miscellinous di belakangnya. Biarkan tantangan pengasuhan dobel itu dipermudah dengan bantuan teknologi. Pilihan Susu Indomilk UHT Kids Full Cream cocok menjadi pilihan pertama dalam menemani usia tumbuh kembang mereka. 

Intinya, mamah dengan anak kembar, jangan lupa bahagia ya. Dan, untuk menambah kebahagiaan, yuk ikutan Indomilk UHT Kids Full Cream Blog Competition. Lombanya hingga 31 Januari 2019 dan hadiahnya 15 juta lho. Jika terpilih, tidak hanya mendapatkan hadiah, namun sudah pasti kita bisa berbagi dengan sesama via tulisan. Siapa tahu bisa menginspirasi yang lain. Sharing is a giving, ya kan? 

Jangan lupa bahagia
Dokumen Pribadi

Jumat, 11 Januari 2019

5 Hal yang membuat kami betah tinggal di Semarang

Genk Umar setelah hampir 3 tahun tinggal di Semarang

Setiap manusia memiliki keterikatan dengan tempat, oleh karena itu dia akan sulit move on dari mana dia berasal. Ini disebut dengan place attacement. Place attacement membuat orang ingin selalu kembali ke tempat tersebut. Meskipun, setiap orang memiliki penghayatan yang berbeda-beda atas keterikatan tersebut. Di masyarakat Indonesia, hal tersebut dipelihara melalui budaya “mudik” yang beramai-ramai dilakukan untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing.  
Saya pun memiliki keterikatan yang sangat erat dengan kampung halaman saya di Pati, Jawa Tengah. Oleh karena itu, selama hampir 16 tahun tinggal di Bogor-Depok, kami selalu menyempatkan mudik. Dan keinginan pulang kampung halaman tidak hanya sekedar sementara. Hal ini menjadi doa yang selalu kami panjatkan sejak lama. Agar kelak kami bisa pulang ke Semarang. Mendekatkan diri ke kampung halaman kami. Saya bisa mudah pulang ke rumah orang tua di Pati, dan suami ke rumahnya di Wonosobo.
Akhirnya doa ini terjawab. Suami mendapatkan kesempatan dipindah tugas ke Semarang. Dan bagi saya, ini merupakan kesempatan untuk dekat dengan ibu yang waktu itu sedang sakit-sakitan, karena kepergian almarhum Bapak dan penyakit jantung yang dimiliki ibu.
Setelah hampir 3 tahun tinggal di Semarang, rasa cinta dengan kota atlas ini memang belum sebesar rasa cinta saya dengan Bogor-Depok-Jakarta. Tapi, kami sekeluarga sangat betah tinggal di kota ini. Berikut adalah lima hal yang membuat kami betah tinggal di kota Semarang.

Pertama, tenang dan bebas macet

Kota yang macet bikin pusing, ya?
Foto di Bangkok, waktu jam pulang

                Sebagai salah satu kota metropolitan dan ibu kota provinsi Jawa Tengah, saya merasa Semarang mewakili kebutuhan kami dalam banyak hal. Kegempitaan kota, kemajuan yang cukup cepat dan informasi yang bisa diakses baik online maupun ofline. Tidak begitu tertinggal dari kecepatan kota Jakarta. Namun, bedanya Semarang dan Jakarta adalah tenang dan macet. Jika sebagian penduduk Semarang bilang kota ini sudah sangat ramai dan macet, maka saya sebagai pendatang yang lama tinggal di Jakarta, kota ini jauh lebih tenang dan bebas macet. Paling banter hanya ramai lancar. Dua hal ini tentunya memudahkan bagi kami untuk menikmati banyak waktu dan kegiatan, karena akses yang lebih cepat. Tidak perlu bertambah tua di jalan. Begitu kata orang Jakarta

Kedua, Fasilitas pendidikan yang memadai
Sekolah di SD Negeripun bisa membuat anak berprestasi
Zahira juara umum 3 putri, LGAK tingkat kota Semarang tahun 2018

                Ketika tinggal di Depok, saya menyekolahkan anak di sekolah swasta. Tentunya dengan beberapa pertimbangan biaya dan kualitas yang didapatkan. Nah, ketika di Semarang, hal ini menjadi pertimbangan penting. Maklum, meskipun status pegawai tetap tetapi saya yang tadinya bekerja menjadi bekerja (dari rumah) dengan porsi pendapatan yang berubah, maka penghasilan kami pun berubah. Sistem keuangan bak telur orak arik di awal-awal perlu mendapatkan tambahan bumbu biar lebih enak. Termasuk bagaimana menyesuakan dengan pendidikan anak.
                Kami melakukan survei ke beberapa sekolah di Semarang. Sekaligus untuk ke-empat anak kami yang semuanya memasuki usia sekolah. Alhamdulillah, kami mendapatkan sekolah TK, SD, SMP yang terbaik di lingkungan Banyumanik. SD dan SMP untuk anak kami adalah sekolahan negeri. Dari biaya tentu sangat terjangkau dan dari kualitas, tidak kalah dengan sekolah swasta unggulan lainnya. Untuk TK malah yang paling mahal, ya karena swasta dan langsung 2 anak kembar ya. Porsinya sedikit berbeda. Tetapi, tetap jauh lebih murah dibanding sekolahan di Jakarta.

Ketiga, Biaya hidup relatif lebih murah dibanding di Bogor-Depok-Jakarta
Harga rumah relatif, tetapi fasilitas yang didapatkan lebih baik dibandingkan di Jakarta

                Oke, bagaimana ya membandingkannya. Selain biaya inflasi yang berbeda antara 3 tahun lalu di Jakarta dengan jaman sekarang di Semarang, saya merasakan biaya hidup relatif lebih murah. Kenapa relatif, ya tentunya untuk barang-barang tertentu masih sama. Yang membedakan khususnya untuk makanan. Kalau di Semarang, membeli penyetan di bawah 10ribu masih ada. Kalau di Jakarta, sepertinya itu mustahil.

Keempat, Dekat dengan keluarga besar
Bisa sering mudik ke Wonosobo dan "bermain" di Alun-alun yang kece dan sejuk.


                Silaturahmi membawa rizki. Dan tinggal di Semarang, kami bersyukur bisa sering silaturahmi ke keluarga besar. Baik dari keluarga besar saya ataupun suami. Tentunya ini menyenangkan buat kami, dan semoga rizkinya semakin bagus, ya.

Kelima, Kualitas hidup relatif lebih baik

                Bahasan kualitas hidup selalu menjadi diskusi pribadi antara saya dan suami. Dalam beberapa periode kami selalu mengevaluasi apa yang sudah dan belum kami rasa dan peroleh untuk perbaikan. Salah satunya adalah dengan pertanyaan “Pah, apakah merasa hidup kita lebih baik dengan tinggal di Semarang?”
Dan jawabannya selalu “Iya.”
Salah satu indikator kualitas hidup yang lebih baik yaitu tingkat stres yang lebih rendah. Tinggal di Jakarta, cepet dapat uang tetapi cepet habis juga. Bukan karena tidak pintar menabung. Tetapi sebagian besar uang dipakai untuk mereduksi stres harian yang dihadapi, akibat macet, polusi, kerawanan dll. Banyak keinginan untuk jalan dan menghilangkan stres di akhir minggu. Dan lebih sering larinya ke mall.
Berbeda dengan di Semarang. Kami sudah mulai mengurangi gaya hidup hura-hura dengan ke mall. Jika harus rekreasi, di Semarang banyak sekali destinasi wisata alam yang murah meriah dan memberikan tabungan kenganna yang lebih baik dari pada ke mall. Dan ini adalah salah satu indikator kualitas hidup yang lebih baik dengan tinggal di Semarang.

Untuk itu, seorang teman yang masih tinggal berjauhan di Jakarta dan Semarang (LDR dengan pasangan) mungkin bisa memilih untuk menetapkan tempat tinggal di Semarang. Karena banyak hal positif dengan tinggal di kota ini. Seperti yang saya rasakan.
Salam positif

Empat Sesat Pikir Analisa Afi atas kasus 80 juta

Sumber : Google


½ kosong = ½ berisi, ½ = ½, jadi kosong = berisi

Jika anda setuju dengan kesimpulan diatas, maka anda sedang terjebak dalam sesat pikir.  Seperti sebagian besar kita (manusia) yang secara sadar maupun tidak sadar terjebak dalam propaganda argumentasi yang keliru. Sayangnya, hal ini sepertinya semakin lama semakin sering digulirkan oleh sebagian pihak untuk memuluskan mereka menyampaikan atau memaksakan kebenaran untuk pihak lain. Tentunya, para pihak ini memiliki intensi dan maksud tertentu atas usaha yang mereka lakukan.

Saya tidak ingin menanggapi sesat pikir dalam masa kampanye yang hampir setiap hari mampir di wall pribadi saya, baik laman facebook, ig maupun perpesanan. Namun, saya mencoba menguraikan sedikit propaganda yang disampaikan oleh salah satu pihak dalam menganalisa kasus penangkapan artis VA dan AV plus pengusaha dengan transaksi senilai puluhan juta di Surabaya. Ya, kasus 80 ini tiba-tiba viral ditengah kehebohan kasus 70 yang sudah mulai surut. Apa ini tanda-tanda masyarakat kita sudah mulai bosan dengan gegap gempira tahapan pemilu yang bahkan baru sedang dimulai?
Saya tidak akan mengupas siapa dan bagaimana kasus 80, Tapi ingin menganalisa tanggapan AFI atas kasus ini.

Yang tidak tahu siapa AFI, silahkan brouwsing AFI dan tanggapan 80 ya, pasti nemu deh.
Saya menilai , analisa AFI tersebut sesat pikir, karena :

Pertama, Fallacy of False Analogy
(Kekeliruan Karena Salah Mengambil Analogi)
Afi salah mengalanogikan dua masalah yang kelihatannya mirip tapi sebenarnya berbeda secara mendasar.

Hal ini terlihat dalam penjelasan AFI di :
“Ada permintaan, ada penawaran. Hukum pasar dalam bidang ekonomi pasti seperti itu. Dan VA berhasil melampaui hukum pasar tersebut, dia menciptakan pasarnya sendiri. Dia yang memegang kontrol dan otoritas atas harga, bukan konsumennya. Saya justru penasaran bagaimana VA membangun value/nilai dirinya, sehingga orang-orang mau membayar tinggi di atas harga pasar reguler. Seperti produk Apple Inc. atau tas Hermes-- kita bisa belajar dari sana.
Padahal, seorang istri saja diberi uang bulanan 10 juta sudah merangkap jadi koki, tukang bersih-bersih, babysitter, dll. Lalu, yang sebenarnya murahan itu siapa? *eh 😝
(Makanya, kalau tidak mau dihakimi jangan menghakimi).” *Sumber, wall facebook Afi, 2018
Kekeliruan mendasar yang dilakukan yaitu menyandingkan antara praktek prostitusi dengan kehidupan keluarga hanya karena ada sejumlah uang disana. Tentunya hal ini kesalahan yang besar. Boleh jadi memang benar bahwa proses prostitusi itu memang kegiatan ekonomi, tetapi tentu saja tugas menafkahi suami atas istri dan keluarganya tidak dilakukan atas faktor tersebut. 
Kedua, Fallacy if Irrelevent Argument
(Kekeliruan Karena Argumen yang Tidak Relevan)
Lanjutan kesalahannya yaitu Afi menggunakan argumen yang tidak relevan, tidak ada hubungannya dengan pokok pembicaraan.
Contoh : 
Saya justru penasaran bagaimana VA membangun value/nilai dirinya, sehingga orang-orang mau membayar tinggi di atas harga pasar reguler. Seperti produk Apple Inc. atau tas Hermes-- kita bisa belajar dari sana.
Padahal, seorang istri saja diberi uang bulanan 10 juta sudah merangkap jadi koki, tukang bersih-bersih, babysitter, dll. Lalu, yang sebenarnya murahan itu siapa?
Ini sama dengan kesalahan  “Kau tidak mau mengenakan baju yang aku belikan. Apakah engkau mau telanjang berangkat ke perjamuan itu?” seperti AFI menguraikan tugas istri dalam menjadi koki, tukang bersih-bersih dengan value yang diberikan AV sebagai pokok pembicaraan.
Ketiga, Fallacy of Ignorance
(Kekeliruan Karena Kurang Tahu)
Saya merasa AFI kurang memahami tentang apa dan bagaimana sebuah keluarga itu dibentuk, sehingga dia memaksakan argumentasinya benar sedang dia sendiri memiliki kelemahan dalam pengetahuannya. Hal ini jelas terlihat bagaimana dia memasukkan peran istri dalam keluarga kedalam analisa pertamanya. Coba hubungkan saja bagaimana agama mengatur itu semua. Jika memahaminya, maka setiap kita-pun tidak akan berani mencampurkan ajaran Tuhan ini dan disamakan dengan prostitusi

Keempat, Fallacy of Appealing to Pity
(Kekeliruan Karena Mengundang Belas Kasihan)
Kekeliruan berfikir karena menggunakan uraian yang sengaja menarik belas kasihan untuk mendapatkan konklusi yang diharapkan. Uraian itu sendiri tidak salah tetapi menggunakan uraian-uraian yang menarik belas kasihan agar kesimpulan menjadi lain. Padahal masalahnya berhubungan dengan fakta, bukan dengan perasan inilah letak kekeliruannya.

Contoh dalam uraiannya :
(Premis 1)Iya, memang, banyak kasus laki-laki menindas perempuan, tapi seringkali PEREMPUAN LEBIH KEJAM terhadap sesama kaumnya.... Miris!

(Premis 2)Contoh paling konkrit adalah gerbong khusus wanita di KRL. Sadissss, saling dorong, saling sikut, rebutan dengan lebih liar nan bengis dibanding gerbong reguler... Tapi perempuan tak punya pilihan lain, demi menghindari pelecehan seksual.

Kesimpulan : Wahai perempuan, dunia ini sudah sulit. Jangan tambahi kesulitan kita dengan menjadi jahat, menjadi hakim terkejam bagi sesama perempuan.


Nah, itulah empat kesalahan terbesar dalam analisa AFI. Belum lagi dengan hukum silogisme dasar yang banyak dilanggarnya, sehingga sudah pasti tulisan itu banyak mengandung sesat pikir. Sayangnya, pendapat itu banyak direfer dan disetujui oleh pengikutnya.  Sayang sekali. Kenapa? Karena sebagai manusia kita mustinya lebih mau untuk menggunakan daya nalar dan rasa berpikir kritis yang kita miliki sehingga terhindar dari propaganda salah seperti contoh tersebut.

Salam Jum’at berkah.



Selasa, 08 Januari 2019

A Valuable Holiday in Magelang

            The Last_end year's holiday was very pleasant. Our family  went to the city of   Statue and find the interest other thing name the “Bahasa”  village in Magelang, Central Java. We were interested in going there because of curiosity about the olearning concept that they offered. Studiing english quickly and pleasantly.

Bahasa Village, Magelang

Berpose di depan pintu masuk.
Dokumen pribadi


"Mah, what is the most difficult lesson?" Aliandra asked
"Mathematics!" I replied quickly
"Well, Pah. What is the most difficult lesson?" Aliandra asked
"English." The fastest answer from Papa.

Yes! English language is a nightmare for some people. I also felt that, even though I was more courageous to speak than my husband. The various ways we do it at home, so that our English language skills are better. Well, the idea of going to a Bahasa village is one that we did for that.

We traveled to the Language village for two hours. To find the fastest route, we just have to search through the Ggoogle map search engine. And we were very happy, it turned out that the location passed the very famous Borobudur temple. So we also plan to visit Borobudur after finishing from the village of Bahasa.

The time is 11 o'clock in the afternoon. Large trees and slightly overcast weather make the “syahdu” and cool air. We were accepted by Mr. Budi who invited us to look at his lodging. Incidentally, there was a program running, so I also saw how they learned to memorize regular and irregular verb by singing. Wow, that was fun! Guess who the participants of the event were? There are children in grades 3 and there are parents who are in their 30-40s age old. There are Totally 20 person and they all studied, sang and participated in holiday activities with a team from the Bahasa village.

Bahasa villages offer learning packages for 6 and 10 days. Participants will be provided for all stays and consumption during the activity. You have to prepare enough money to pay for it all. I think it's enought, not too expensive. Considering lodging facilities, consumption fees and teaching fees. And for the 10-day package, we will also enjoy a tour in the Magelang area and talk directly with foreigners in Borobudur. Come on, aren't you ready?
The first thing that is taught is the speaking. Everyone who join the program should speak English. No need to be shy, wrong or right in pronunciation. In fact, to buy snacks at the canteen, the staff will also serve in English. Dont worry to be bored. They will be taught full English during the day with a fun learning method. From the testimonies of the participants, it turns out that by participating in 10 days of study, they will completed the English learning curriculum that should teach for 3 years. Wow, cool!

Instagramable spot in Bahasa Village
After finishing looking around and a little wefie, we said goodbye and go to other place.


Borobudur Temple

           We came out from the language village around 2pm. Enough time to go to Borobudur Temple, because Borobudur temple is closed at 5pm. After completing the dhuhur prayer, we bought an entrance ticket and immediately headed to the largest temple in Indonesia.
The Famous and Biggest temple in Indonesia
Borobudur

           We are very happy to be there, the location is very wide and there are lots of statues. To reach the top, we have to walk_climb the temple, crowded with many people who at that time also visited Borobudur temple. We spent a lot of time at the top of the temple. Once satisfied, we went down and headed for the exit. We could see elephants in another location towards the exit. My twin daughter was very happy to see the animal. 

             Because we are tired of walking, we decide to take the train or exactly the odong-odong car to get to the exit gate. It's quite fun, because we go through a rotating route and can see that it turns out that the location is very wide. 

         Arriving at the outside door, there is a Borobudur museum. We went straight in and saw mini stones, which might have been slightly damaged from Borobudur, placed regularly in the museum. In the middle there is a main building like Pragola. At the corner, there is a reflection of fish. And of course we spend a lot of time looking at the little fish that bite us. It feels amusing and funny.

Half an hour later, we go out because we have to pursue Ashar prayer. Yes, and this is a valuable holiday experience. 

Jumat, 28 Desember 2018

4 Manfaat Hobi Memancing untuk Keluarga

Memancing di laut
Semarang, 27 Desember 2018


Liburan akhir tahun hampir habis. Kalian sudah pergi kemana saja? Pastinya seru ya. Ada yang “ngabisin”  wishlist tahunan travelling ke penjuru nusantara atau bahkan ke luar negeri? Yang membuat hati klepek-klepek atau bahasa kerennya menabung memori positif bersama keluarga, ya. Apapun itu, liburan dan jalan-jalan bareng keluarga memang tidak akan pernah membosankan.

Nah buat keluarga saya, liburan gak mesti harus mahal. Maklum keluarga dengan gerbong panjang maka faktor biaya harus dipertimbangkan dengan baik. Sudahlah! Biarlah Raja Ampat dan pantai di Sabang akan kami simpan rapat-rapat menjadi wishlist liburan tuk menengok  keelokan bumi pertiwi, yang entah kapan bisa terwujud. Nah, kali ini liburan tipis-tipis kami isi dengan hobi dari dua jagoan di rumah, yaitu Si Papah dan Mas Ali.

Yup, memancing memang biasa menjadi icon bagi anak lelaki. Buat saya sendiri, memang agak  sulit menyandingkan antara memancing dan menonton film (hobi saya). Rasanya bak bumi dan langit. Tapi, nyatanya memancing pasti selalu jadi semacam alasan untuk mengisi waktu liburan. Daripada berantem, akhirnya saya dan geng cewek-pun mengikuti keinginan mereka. Geng cewek adalah tiga orang putri kami, si kakak yang SMP dan si kembar yang menginjak sekolah PAUD. Paham kan yang dimaksud dengan gerbong panjang?

Terkadang sebelum action memancing, ada proses planning dan organising keluarga yang membuat rempong. Tapi di balik kerempongan dalam liburan tipis dengan memancing, ternyata banyak manfaatnya lho. Berikut ini adalah manfaat memancing untuk keluarga.

1. Latihan bersabar

Sabar di tengah terih matahari
Dokumen pribadi

Menyiapkan umpan, melemparkan kail, menunggu-menunggu dan menunggu hingga akhirnya dapat ikan, setelah itu menarik ulur-berjibaku dengan ikan dengan skor akhir berhasil atau tidak mendapatkan sensasi “strike” adalah proses latihan sabar yang luar biasa berharga.

Ada sebentuk keyakinan dimana tempat memancing menyimpan banyak ikan, setelah itu usaha terus menerus yang dilakukan dalam memancing. Dan disela-sela usaha itu, pastinya ada doa yang terselip agar ikan-ikan segera meraih umpan yang dipasang. Dan, strike!

Anak yang terbiasa memancing, maka akan memahami bahwa suatu hasil yang besar akan didapatkan melalui usaha yang tidak instan. Dan ini adalah salah satu soft skill penting yang bisa didapatkan anak dari hobi memancing.

2. Berorientasi pada pencapaian target

Strike ikan nila 0,5 kg
Dokumen pribadi

Aktivitas memancing meskipun santai tapi dilakukan dengan penuh konsentrasi dan kemampuan bertahan yang tinggi. Keduanya rela dijalani oleh pemancing mania agar mendapatkan target yang terbaik. Optimisme selalu menjadi teman dalam menanti target, meskipun faktor alam terkadang memberikan hasil yang berbeda, namun pembuatan target yang jelas ini telah diajarkan melalui hobi memancing. Setara ya dengan indikator s.m.a.r.t nya P.M.E.R., yang paham, tunjuk jari. 

3. Pengobat stres

Setiap berkunjung ke kota baru, kami selalu mencari tempat pemancingan sebagai salah satu tujuan singgah. Dan ini memberikan satu kesenangan buat kami yang menjadi “suporter” pemancing. Salah satu persyaratan tempat pemancingan ini haruslah pemandangan yang indah dan cocok untuk selfie maupun wefie.
Yang memancing 2 orang, sisanya supporter
Dokumen pribadi


Menikmati pemandangan yang indah diatara desiran angin yang sepoi-sepoi plus makanan yang siap tersedia menjadi obat stres yang mujarab. Menjadikan hati dan otak kita menjadi lebih segar. Biasanya setelah memancing selesai dan kembali ke rumah, istirahat kami menjadi lebih pulas dan tentunya ini sangat positif untuk kesehatan.
Hasil pancingan siap disantap
Dokumen pribadi


Selain itu, semakin sering pemancing mania merasakan “strike” maka semakin bertambahlah tabungan kepecayaan diri dan kebahagiaan dalam dirinya. Dan, ini oke punya dalam meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Salah satu contohnya si Mas Ali, sekarang sudah semakin percaya diri dengan mata-mata berbinar ketika membicarakan memancing. Dia akan mudah menceritakan momen-momen strike yang pernah dialaminya

4. Olah raga ringan

Meskipun terlihat santai, memancing ternyata dikategorikan sebagai olahraga ringan. Sebut saja berjalan kaki ke arah pemancingan, sungai, kolam maupun laut sambil menjinjing peralatan memancing hingga kegiatan fisik lainnya yang dilakukan minimal selama 2 jam, sangat bermanfaat untuk tubuh.
Butuh olahraga, Pak? Memancing yuk!
Dokumen Pribadi

Dan karena dilaksanakan dengan perasaan ringan dan senang, olahraga ini menjadi tidak terasa berat. Yang berat itu hanyalah rindu. #apasih.
Jadi, kita tidak boleh meremehkan kegiatan memancing, yang penting jangan lupa sediakan sunblock agar tidak membekas hitam di kulit kita.

Bagaimana dengan pertimbangan budget? Kalau ini tergantung sih, kalau mau hemat ya memancingnya dengan kail bambu dan umpannya dari cacing mencari sendiri dan tempat pemancingannya cukup cari yang murah. Ada yang perhari, dimana si pemancing cukup membayar 50 ribu perhari mau dapat atau tidak ikan di kolam. Namun, kadang orang yang hobi memancing rela merogoh kantong dalam-dalam untuk melengkapi piranti pancing mereka. Tak tanggung-tanggung, harganya sampai jutaan lho gaes. Dan ini sampai sekarang harga kail nya si papah dan mas masih menjadi rahasia untuk saya, daripada ribut katanya, hahaha.

Jadi, gimana nih liburan kalian? Intip ah punya Mbak Mara dan Mbak Erina, blogger seru dari Semarang. Seru jugakah seperti kami?
Buat kalian yang sinngah, jangan lupa komen pengalaman serunya ya di bawah ini.

Jumat, 08 Juni 2018

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!


Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia
"Wolrd No Tobacco Day_2018"

Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok berat. Kala itu, sehari beliau bisa mengabiskan 1 bungkus rokok. Dengan kondisi keuangan keluarga kami yang masih merangkak, kebiasaan ini tentunya sangat menyulitkan. Sehingga dimulailah kampanye anti rokok untuk Bapak yang diinisiasi oleh ibu saya, sang manajer keuangan.

Saya adalah anak pertama yang menjadi follower ibu untuk menentang kebiasaan Bapak yang satu itu. Bisa jadi, karena faktor gender. Di jaman old, perempuan masih sangat tabu jika merokok. Makanya terus terang, saya pribadi dengan perkembangan kekinian, dimana merokok menjadi hal yang “lumrah” bagi kaum perempuan. Entahlah, apa yang mereka pikirkan. Pilihan itu ada di masing-masing orang.

Namun, prinsip saya tidak berubah. Jika jaman dulu saya sangat “getol” menyembunyikan atau membuang rokok Bapak (karena dengan saran maupun ambegan agar Bapak berhenti merokok, tidak mempan) maka sampai sekarangpun saya melakukan hal-hal serupa. Mulai dari kriteria pemilihan calon suami kala itu (uhuk) hingga edukasi kepada anak lelaki saya sekarang. Saya ingat sekali, salah satu pertimbangan penting bagi calon suami saya adalah kebiasaan merokok. Dan syukur Alhamdulillah, saya mendapatkan kriteria tesebut. Tinggal menjaga, semoga  suami saya tidak tergiur godaan merokok dan tetap istiqomah dengan gaya hidup sehat ini.

Hari ini, saya cukup tergelitik dengan caption selebritis muda tanah air yang berbunyi :
“We Inhale the very thing that kills us, just so than we can feel more alive”

Apa pesan kuncinya?
Sumber : Instagram

Ada orang yang memujinya sebagai artis yang apa adanya, gak munafik. Bisa jadi,  mereka terbuai dengan pesan visual berupa "kecantikan" sang sender (pengirim pesan), sehingga membenarkan pesan utamanya. Apa itu? Ya sebuah teks “very thing that kills peole” a.k.a rokok. Hal ini dikuatkan dengan gambar sebatang rokok dan kepulan asap yang berbayang disekitar mulut sang artis.

Sangat disayangkan, perilaku seperti ini di-ekspose  via media sosial, meskipun dengan editan white and black yang terkesan menyajikan nilai artistik dari sisi fotografi. Bagaimana anak bangsa, kaum muda jaman now, bisa bertahan jika terus-terusan disajikan pesan  afirmasi dengan rokok? Sudahlah dibawakan oleh public figure, dengan skill pengemas pesan yang segitu rupa plus background anak muda yang mudah ikut-ikutan. Bukan berarti, saya menuduh sang artis sengaja membuat campaign pro rokok ya. Tapi tindakannya itu, kemudian dipersepsikan berbeda untuk followernya yang pro rokok. Alias kmbali dijadikan satu pembenaran atas apa yang mereka yakini.

Memprihatinkan bukan?

So, harus ada usaha bersama untuk melawan pesan negatif ini. Harus ada edukasi ke masyarakat tentang hal yang benar. Sedini mungkin dan semassif mungkin. Bagaimana caranya? Apakah tiap orang bisa melakukannya? Jawaban saya, setiap orang orang bisa dan caranya buanyak banget, sesuai dengan kompetensi masing-masing.

  • Para ahli medis dapat mengedukasi masyarakat tetang resiko dan bahaya klinis dari aktivitas merokok.
  • Para fotografer dapat menunjukkan bahaya merokok melalui keindahan visual atas karyanya
  • Dan bagi penulis, macam saya (ehem), bisa turut mengedukasi masyarakat melalui tulisan.
  • Dll

Gayung bersambut, ketika ada sebuah konfirmasi dan undangan dari Sembutopia dalam event “World No Tobacco Day 2018” mampir di email saya. Sayapun bergegas berangkat dengan satu motivasi "ingin tahu lebih banyak, ingin bisa berbuat lebih banyak".

Sekilas tentang Sembutopia

Satu pesan penting yang dibawa oleh Sembutopia
"Sembuh"
Dokumen pribadi


Sembutopia adalah sebuah organisasi kesehatan di Indonesia yang berdiri pada bulan November 2017 di Jakarta. Gerakan yang dilakukannya berbasis platform digital khususnya instagram yang saat ini telah memiliki follower lebih dari 52.000 orang. Kafi Kurnia_pendiri Sembutopia mengajak para fotografer, musikus, penulis yang tergabung dalam blogger, vlogger maupun youtuber untuk menyuarakan misi kesehatan melalui Karya.

3 (Tiga) hal penting tentang Sembutopia
Pada awalnya saya menilai Sembutopia ini adalah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak di satu isu. Namun setelah mendapat informasi dalam kegiatan, setidaknya ada 3 hal berbeda dari Sembutopia, yaitu :

1.  Sebuah Platform Digital
Sembutopia lebih memilih jalur dunia maya untuk mengedukasi masyarakat. Derbeda dengan organisasi lain yang masih mengandalkan offline, pendirian cabang maupun merekrut relawan. Sembutopia lebih memilij trend kekinian khususnya instagram. Saat ini followernya telah mencapai lebih dari 52.000 orang di seluruh dunia.

2. Visi dalam bidang kesehatan
Sembutopia memilih tema kesehatan dalam gerakannya. Ikon “sembuh untuk Indonesia” telah menjadi magnet yang menyatukan gerak dan strategi kegiatannya

·      3. Gerakan Indonesia 2020
Kafi Kurnia, founder Sembutopia menyampaikan jejak kejayaan Indonesia
Dokumen Pribadi

Sebuah visi bahwa bangsa Indonesia, di usianya yang ke-75 tahun (tepatnya di tahun 2020) akan mencapai puncak kejayaan. Kenapa? Karena Indonesia memiliki potensi keunikan yang berbeda dan hanya ditemukan di negeri ini. Contohnya yaitu keragaman warisan budaya, kekayaan kuliner khas (tambang emas, raja “rempah-rempah” dunia, kekayaan terselubung dari laut_ikan asin, dll)



Tentang Rokok : Sebuah Penyadaran yang harus terus digalakkan

Sejalan dengan misi gerakan Sembutopia, yaitu di edukasi bidang kesehatan, maka Sembutopia mengajak para blogger, youtuber, fotografer untuk menyuarakan kata kunci terkait rokok, yaitu :
  • -          Merokok itu mematikan
  • -          Merokok itu menyengsarakan secara finansial
  • -          erokok itu sangat merugikan orang lain (terkait perokok aktif dan resiko perokok pasif yang jauh lebih mematikan)

Sebagai penutup, saya sendiri sangat setuju dengan gerakan yang dibawa oleh Sembutopia, terkait misi kemanusiaan dan kesehatan yang diusungnya. Apalagi dengan kejadian meninggalnya Bapak di usianya yang baru 59 tahun karena serangan jantung. Dimana pemicu utamanya tak lain dan tak bukan adalah rokok. Maka saya akan mendukung 100% segala campaign  tentang ini.

Yuk, kita jadikan hidup ini lebih sehat dengan tidak merokok!

Pesan Lama

Sumber: twitter Pesan Lama Langkah kakiku terhenti. Nani memandangku sedih. “Jihan, apa kabar?” Katanya sambil memeluk tubuhk...