After covid 19: What a normal life will become?



After covid-19 teringat dengan Endgame dari Marvel. Ada adegan Thanos berkebun dengan bunga-bunga cantiknya, sambil ngopi-ngopi santai. Menikmati pemandangan yang begitu indah dengan rumput yang menghijau. Lalu orang tetap bekerja dan belajar dari rumah. Lho bagaimana bisa? Bisa, karena pekerjaan fisik diganti dengan robot-robot yang bermuka mirip dengan tuannya. Sang tuan menggerakkannya dari rumah. Layaknya film Surrogatenya _Bruce Willis. Memang, Saya penyuka semua filmnya dan Marvel’s terutama. Jadi, ini review film atau hayalan? Hayalan, dong pastinya.

Covid-19 in Indonesia

Beberapa hari yang lalu, Saya melihat video singkat dari pejabat kedutaan negara adidaya untuk warganya yang tinggal di Indonesia. Keyword yang diberikan adalah “Return Home Now”. Kalau Pemerintah Indonesia melarang warganya untuk mudik ke kampung halaman pada saat hari Raya Besar Idul Fitri yang sebentar lagi datang, negara tersebut bahkan menyerukan warganya untuk mudik segera. Jadi, menurutmu segenting apakah situasi CoVID-19 di Indonesia? Silahkan jawab sendiri.

Certainty in Uncertainty

What does certain mean? The definitions.net said that certain is sure. Having a feeling no doubt or uncertainty, confident and assured. You know the correct answer of the math quiz, to sum the numbers, or to divide them and mulitpy into fix number. Uncertainty is situation when yo don’t have any power to control it.


Banyak berita yang beredar di luar negeri yang menyatakan semakin merebaknya kasus pandemi ini. Bahkan, virus ini telah menjadi begitu sakti, bermutasi menjadi 3 kali bahkan mungkin sekarang lebih. Lalu ada berita bahwa pasien positif yang telah sembuh kembali terkena serangan virus ini lagi. Berita positif, kan? Tentunya ini adalah kalimat kiasan, dari betapa tidak pastinya keadaan ini. Jadi, ketika ditanya apa yang terjadi setelah Covid-19? Tentang Corona, kamu pasti sudah bisa memilih apakah ini pasti atau tidak pasti. Kepastian dalam ketidakpastian

Normal life after Covid 19

Normal itu  ...

Anak-anak bersekolah, anak remaja berlomba meraih prestasi, orang melakukan ibadah di tempat ibadah dengan nyaman, dan orang dewasa bekerja mencari uang sesuai profesi masing-masing. Itu kehidupan normal yang selama ini kita jalani.

Lalu 

Tiba-tiba, orang-orang panik berburu kebutuhan sehari-hari di toko groceries dan memenuhi stok kebutuhan mereka dirumah. Tidak ada atau jarang sekali memesan makanan dari restoran atau makan di luar, guru-guru mengirimkan tugas belajar untuk dikerjakan oleh muridnya yang belajar di rumah. Setiap orang menjadi rajin mencuci tangan dan menggunakan masker setiap keluar rumah. Jalanan menjadi lengang.

Tentang perubahan perilaku, maka kampanye di rumah saja yang dikatakan pemerintah berdampak dinamis. Ada yang langsung setuju untuk melakukannya, namun ada juga yang masih tidak peduli. Tetap kumpul di kafe untuk sekedar bertemu teman, pasar-pasar masih ramai dan beberapa tempat ibadah masih ramai.

Dan lagi

Gelombang kepanikan menyerang kembali. Dari jumlah puluhan, ratusan kasus yang positif Corona, hingga sudah menjadi ribuan. Wow. Luar biasa! Lalu tibalah ke pertanyaan, 

Selanjutnya apa lagi?

Kapan Covid-19 ini  akan berakhir? Ketika pemerintah pun tidak mampu menjawabnya, sama saja kita, sesama manusia.

Hikmah dari Musibah

Dapatkah kita menjadi manusia yang mampu mengambil hikmah dari setiap musibah?
Dapatkah kita menghargai quality time yang kita miliki ketika sedang di rumah saja? Menikmati dan melihat secara langsung keriuhan rumah dengan teriakan dan senyuman mereka.
Dapatkah kita menjadi sabar dengan bersungguh-sungguh meminta pertolongan dari Allah swt? Bahkan seekor burung yang pergi keluar sangkar dalam keadaan laparpun bisa kembali dalam keadaan kenyang.
Mampukah kita menjadi lebih bersih dengan selalu menjaga wudhu, daripada hanya sekedar mencuci tangan?
Kapankah kita menyempurnakan diri dengan selalu menjaga kehormatan, walau dengan sedikit dorongan menggunakan masker? Lalu tertutupkah telinga, rambut dan kaki kita?
Maukah kita peduli sesama, dengan bergerak melakukan kepedulian sosial. Membantu pelaku bisnis sekitar rumah yang terdampak Corona. Dan bahkan berniat membantu sesama dengan sedekah dan kebaikan yang kita berikan?
Tentang ketidakpastian, bukankah kita manusia penuh ketidaktahuan? Tak memiliki kuasa atas segala rahasia? Siapakah pemilik Qodho dan Qodhar kita?
---
Covid 19 benar-benar berdampak serius dalam kehidupan normal manusia. Situasi menjadi tidak normal yang terjadi dalam waktu yang tidak menentu. Akankah ini menjadi normal baru yang merubah kehidupan manusia?

Sangat sulit untuk mengetahui atas kepastian, karena manusia tidak memiliki kuasa. Hanya Allah yang berkuasa atas apa yang terjadi atas makhlukNya. Namun doa, dapat menjadi obat atas kegelisahan manusia. Insya Allah.

Self Talk
Semarang, Saturday April 18, 2020

13 Responses to "After covid 19: What a normal life will become?"

Dian Nafi said...

Subhanallah keren banget.
Semoga kita menjadi manusia yang lebih baik after covid-19 ya

Wahyu Widyaningrum said...

Memang nggak ada yang tahu ya mbak berakhirnya kapan. Semoga segera berlalu dan membuat perubahan menjadi lebih baik lagi daripada yang lalu

Wuri Nugraeni said...

Iya mbak. Harus melihat apapun dari sisi positif juga, jadi menjalaninya juga nggak terlalu spaneng ya

Anjar Sundari said...

Saya kadang merasa takut juga dengan pandemi ini, tapi kemudian sadar saya nggak boleh takut, harus berani dan berharap yang baik, bahwa tidak lama lagi pandemi ini akan berakhir. Karena saya punya anak dan orangtua yang masih harus saya bahagiakan. Jadi saya tetap optimis keadaan akan semakin baik dan terus berdoa kepada Allah, karena Allah akan memberi pertolongan kalau kita rajin berdoa :).

Mechta said...

Keadaan 'normal baru'. Saya pernah membaca ttg keadaan yg saat ini termasuk tak normal, tapi akibat kondisi suatu saat keadaan yg tak normal itu bisa jadi hal yg kita terima sebagai normal yg berbeda. Normal baru. Hmm..bgmn menurut mba?

Hapsari Adiningrum said...

Ketika mulai merasa bosan, suntuk dan jenuh dengan keadaan ini, harus tetap bersyukur masih diberi kesehatan. Dan mulai beradaptasi dengan hal kayak gini. Banyak prediksi kapan pandemi ini berakhir, tapi nhgak ada yang tahu persis.

Hidayah Sulistyowati said...

Keadaan ini memaksa kita untuk bertahan dan beradaptasi dengan menjadi manusia yang lebih baik lagi menjaga kesehatan dan kebersihan ya

Prananingrum said...

Iya mb virusnya makin canggih ya bermutasi sampai 3 kl.itulah kekuasaan Allah SWT y mb klu mau mengurangi jumlah manusia gampil bgt

Momtraveler said...

Subhanallah semoga kita bisa mengambil banyaak pelajaran dari ujian ini ya mbak. Bisa jadi manusia yg lrbih baik setelah pandemi usai. Teteap jaga kebersihan tetap peduli sesama, dll

nia nurdiansyah said...

Nice thought and self talk Mba... Jadi bikin merenung yaa, ternyata kita manusia banyak banget alphanya selama ini, banyak gampangin urusan dunia... Banyak gampangin kondisi orang dan jadi ingnorant

Fitra juwita said...

Jadi semakin ingin terus mendekatkan diri sama ALLAH SWT ya mb, semakin sadar bahwa kekuasaan ALLAH itu besar dan kita wajib menjalani ketentuannya meski harus beradaptasi dengan ketidakbiasaan yang menjadi kebiasaan pada akhirnya.

Arina Mabruroh said...

Wabah corona mengajarkan kita betapa kecilnya manusia di hadapan Tuhan :(

Berharap semuanya kembali normal, pengen mudik dan kangen kemana2

Uniek Kaswarganti said...

Memang selalu ada hikmah di balik peristiwa ya mba meskipun beraaat banget bagi sebagian orang untuk menghadapinya. Semoga saja kondisi ini segera berlalu dan berbagai kebiasaan baik yang saat ini kita lakukan bisa terus terjaga meskipun covid19 telah berlalu nantinya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel