Tujuan Komunikasi Pelayanan Darah

Komunikasi sangat diperlukan dalam pelayanan darah. Kerja sama dan kesungguhan dari masing-masing orang yang telibat dalam komunikasi sangat diperlukan agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Adanya kesamaan informasi yang diperoleh dan hubungan yang harmonis. Setiap komunikasi memiliki tujuan masing-masing. Seperti contohnya seorang teknisi bank darah yang bekerja di bagian pendaftaran donor bertanya kepada calon pendonor tentang identitasnya, sebagai salah satu prosedur dalam seleksi pendonor darah.

Tujuan Komunikasi secara Umum


Secara umum, komunikasi memiliki tujuan seperti penjelasan berikut ini (Priyanto, 2009):

Mengerti

Komunikator hendaknya menyampaikan pesan atas informasi kepda komunikan dengan cara yang baik dan jelas, sehingga ingormasi tersebut dapat dimengerti maksudnya.

Memahami

Memahami mengandung arti bahwa informasi yang disampaikan komunikator haruslah disesuaikan dengan keinginan dan kemauan komunikan atau penerima informasi sehingga segala sesuatu yang disampaikan benar-benar berasal dari aspirasi penerima informasi atau masyarakat pada umumnya.

Diterima

Komunikator dalam menyampaikan harus menggunakan cara yang asertif sehingga informasi dapat diterima dengan baik

Termotivasi

Setelah informasi disampaikan maka komunikan tergerak untuk melakukan suatu kegiatan yang diinginkan oleh komunikator dan ini merupakan suatu yang diharapkan oleh pemberi pesan.

Tujuan utama komunikasi dalam pelayanan darah yaitu mendukung dalam misi mencapai tugas penyediaan darah yang aman dan terjangkau oleh masyarakat dengan melakukan komunikasi untuk memotivasi masyarakat dalam melakukan donor darah dan melaksanakan tugas tenaga kesehatan secara profesional. Komunikasi ini juga salah satunya menyangkut komunikasi antar tenaga kesehatan. Menurut Lu Verne Wolf , Marlene dan Elinor, komunikasi antar tenaga kesehatan terbagi dalam empat kategori yaitu melaporkan, mengarahkan, mendiskusikan (conferring) dan memberikan rujungan (referring) (Priyanto, 2009).  

Tujuan Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan

Dalam pelayanan kesehatan, beberapa tujuan dari dilaksanakannya komunikasi, yaitu:

a. Menyampaikan ide/ informasi/ berita


Komunikasi dilakukan untuk menyampaikan informasi/ pesan organisasi kepada lawan bicara. Setelah komunikasi berlangsung diharapkan ada kesamaan ide/ wawasan antara komunikan dengan komunikator tentang topik yang telah disampaikan.

Contoh teknisi bank darah yang menyampaikan apa yang sebaiknya dilakukan setelah melakukan donor darah, kepada pendonor yang baru saja diambil darahnya.

b. Mempengaruhi orang lain

Komunikasi dilakukan untuk mengubah perilaku orang lain. Salah satunya yaitu dengan tujuan untuk memotivasi orang lain untuk melakukan suatu hal/ Kita berharap bahwa dengan berkomunikasi, orang lain dapat terdorong untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan. Cara komunikasi persuasif akan dijelaskan dibab selanjutnya. Contoh jika komunikasi dilakukan secara langsung, maka ditunjukkan dengan suara dan intonasi yang sungguh-sungguh, mimik muka uang serius agar lawan bicara mau memperhatikan apa yang disampaikan kepada dirinya.

c. Memberikan pendidikan

Dalam prakteknya, banyak komunikasi yang dilakukan untuk memberikan pendidikan. Contoh komunikasi dalam dunia pendidikan, komunikasi yang ada di keluarga untuk mengajarkan hal tertentu kepada anak.

 d. Memahami (ide) orang lain

Ini adalah tujuan penting dari komunikasi, yaitu terciptanya kesamaan ide antara komunikan dengan komunikator dengan adanya timbal balik dan upada saling memberi makna atas apa yang disampaikan atau diterima.

 Nah, kira-kira demikian tujuan komunikasi dalam pelayanan darah. Ternyata beragam ya tujuannya. Untuk latihan, coba ingat-ingat apa saja komunikasi dalam pelayanan darah dan tujuan yang ingin dicapai dari komunikasi tersebut. Boleh dituliskan di komentar, ya. Terima kasih!


26 Responses to "Tujuan Komunikasi Pelayanan Darah"

Muhammad Naufal Azmi said...

a. Menyampaikan ide/ informasi/ berita
b. Mempengaruhi orang lain
c. Memberikan pendidikan
d. Memahami (ide) orang lain

Anisa Kurnia Ikhtari said...

Komunikasi dalam pelayanan darah sangat banyak contohnya, mulai dari merekrut calon pendonor, disini komunikasi yang baik sangat diperlukan, bagaimana cara menyampaikan hal-hal yang bisa menarik minat calon pendonor untuk mendonorkan darahnya, jika penyampain tidak sesuai kebanyakn orang enggan untuk mendonorkan darahny, maka komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam hal ini.
Tidak hanya itu, setekah mendapatkan pendonor komunikasi juga sangat dibutuhkan saat melakukan seleksi donor, dimana saat seleksi donor ada beberapa pertanyaan yang harus disampaikan kepada pendonor yang berbentuk inform consent, tidak hanya mengisi inform consent, tapi pendonor juga nerhak mendapatkan penjelasan tentang apa saja yang akan dilakukan saat proses donir darah berlangsung, efek samping, serta manfaat dari donor darah itu sendiri, jangan sampai calon pendonor tidak jado mendonorkam darahnya karna penyampaian kita yang mungkin kurang bagus bahkan menakut-nakuti calon pendonor.
Saat proses pengambilan darah berlangsung, bahkan setelah donor pun komunikasi sangat diperkukan, disini kokunikasi diperlukan dalam hal menarik minat pendonor agar mau mendonorkan darahnya kembali.

Intan Aulia said...

Komunikasi dalam pelayanan darah sangat beragam.Komunikasi ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan darah dan menjaga agar darah yang diperlukan untuk transfusi kepada pasien adalah darah yang benar benar aman dan berkualitas bahkan harus bisa bermanfaat bagi kehidupan pasien penerima darah. Komunikasi dalam pelayanan darah ada banyak, antara lain :
1. Komunikasi antar petugas recruitment donor dengan calon pendonor, dimana petugas berusaha menyampaikan sesuatu seputar donor darah seperti manfaatnya bagi kehidupan pasien dan donor, serta dampak apa yang bisa ditimbulkan apabila tidak tersedianya darah dengan cukup. Dalam hal ini petugas harus bisa menarik minat dan memotivasi masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela.
2.komunikasi antar petugas seleksi donor dengan calon donor, dimana petugas menyampaikan kriteria-kriteria yang harus terpenuhi dari calon donor. Kriteria itu antara lain berat badan min.45kg, Hb antara 12,5 -17 gr/dl, sehat jasmani dan rohani (dalam hal ini bisa diartikan tidak menderita penyakit infeksi dan penyakit berisiko tinggi seperti kanker dan jantung), bagi wanita tidak sedang hamil / menyusui / haid, usia min.17 tahun, dll. Selain itu, pada tahap seleksi donor, calon donor berhak untuk mendapat informasi terkait penyumbangan darah, tentang resiko IMLTD , dan apa itu notifikasi donor. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi antar calon donor dan pihak pelayanan darah.
3. Komunikasi antar petugas pengambil darah dengan donor, dimana petugas pengambil darah harus menyampaikan resiko apa saja yang bisa muncul setelah proses donasi serta bisa menjelaskan kepada donor agar tidak usah takut karena setiap langkah yang dikerjakan sudah ada SOP nya dan SOP itu harus selalu dipenuhi oleh setiap petugas guna mendapatnya Donor Safety, Donor Lestari, dan Patient Safety.
4. Komunikasi antar petugas disetiap bagian dalam proses pelayanan darah, misalnya bagian AFTAP dengan seleksi donor, bagian IMLTD dengan Konfirmasi Golongan darah donor, bagian Crossmatching, dan petugas dibagian lainnya seperti humas,dll. Komunikasi ini harus bisa dilakukan dengam baik dan efisien, guna mengurangi adanya miskomunikasi antar petugas di setiap bagian maupun dalam 1 bagian dan bisa memenuhi ketersediaan darah dengan baik, aman, dan berkualitas bagi pasien dan pendonor.
5. Komunikasi antar petugas pelayanan darah seperti di UDD dengan petugas kurir atau petugas Rumah Sakit dan antar tenaga kesehatan yang bekerjasama dalam pemenuhan darah untuk transfusi pasien. Komunikasi ini harus bisa dilaksanakan dengan baik, jelas, transparan, dan bisa dipahami antar pihak yang bersangkutan. Sehingga apabila terjadi reaksi transfusi atau kesalahan dalam penyediaan darah, bisa sama sama bertanya, berkonsultasi, berdiskusi, dan saling koreksi satu sama lain untuk memecahkan masalah yang ada dalam proses transfusi darah. Misalnya ada kesalahan dalam penulisan golongan darah pasien di formulir, dimana golda tidak sama dengan golda di sampel darah pasien yang diberikan. Maka hal ini bisa dibuat koreksi dan didiskusikan sehingga bisa mendapatkan darah yang sesuai dengan golongan darah pasien dan kondisi pasien.

Dengan adanya komunikasi yang baik dalam dunia pelayanan darah, bisa memenuhi adanya Donor Safety, Donor Lestari, dan Patient Safety. Sehingga apabila dalam keadaan yang tidak memungkinkan seperti ditengah pandemi covid 19 ini, stok darah tetap bisa terjaga dan kondisi pasien juga bisa menjadi lebih baik serta keamanan donor yang mendonorkan darahnya juga tetap terjaga.

Dwi Yuliyani said...

Dwi Yuliyani
Komunikasi dalam pelayanan darah ada bermacam-macam,misalnya pada waktu sebelum mendonorkan darah pendonor harus mengetahui apa syarat-syarat donor darah,kemudian pada waktu pengambilan memberikan informasi kepada pendonor tentang bagaimana proses pengambilan sampai informasi dimana darah akan didistribusikan,selanjutnya bagi keluarga pasien yang akan membutuhkan darah akan mengetahui informasi alur bagaimana mendapatkan darah sesuai permintaan dokter.Komunikasi antar petugas memberikan informasi secara efektif serta dapat memberikan informasi dan edukasi,profesional dalam melaksanakan tugas sesuai kompetensinya masing-masing.

Yang ingin dicapai dari komunikasi untuk mandukung dalam misi mencapai tugas penyedia darah yang aman,dan tercukupi untuk kebutuhan pasien yang membutuhkan.
Pendonor yang aman,dan terjangkau oleh masyarakat dengan melakukan komunikasi untuk memotivasi untuk melakukan donor darah,dan melaksanakan tugas pelayanan darah secara profesional.

Dwi Yuliyani said...


Komunikasi dalam pelayanan darah ada bermacam-macam,misalnya pada waktu sebelum mendonorkan darah pendonor harus mengetahui apa syarat-syarat donor darah,kemudian pada waktu pengambilan memberikan informasi kepada pendonor tentang bagaimana proses pengambilan sampai informasi dimana darah akan didistribusikan,selanjutnya bagi keluarga pasien yang akan membutuhkan darah akan mengetahui informasi alur bagaimana mendapatkan darah sesuai permintaan dokter.Komunikasi antar petugas memberikan informasi secara efektif serta dapat memberikan informasi dan edukasi,profesional dalam melaksanakan tugas sesuai kompetensinya masing-masing.

Yang ingin dicapai dari komunikasi untuk mandukung dalam misi mencapai tugas penyedia darah yang aman,dan tercukupi untuk kebutuhan pasien yang membutuhkan.
Pendonor yang aman,dan terjangkau oleh masyarakat dengan melakukan komunikasi untuk memotivasi untuk melakukan donor darah,dan melaksanakan tugas pelayanan darah secara profesional.

Anas Ghalib said...

Komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan pelayanan darah. Beberapa kegiatan alur pelayanan darah dibutuhkan komunikasi yg baik, baik itu komunikasi antar petugas, komunikasi petugas dan pendonor, komunikasi petugas dengan dokter dan sebagainya. Beberapa contoh komunikasi dan tujuan dilakukannya komunikasi tersebut yaitu:
- Pada saat rekrutmen donor. Petugas menyampaikan tentang pentingnya donor darah kepada masyarakat yg bertujuan agar masyarakat dapat mendonorkan darahnya
- Pada saat seleksi donor ada beberapa pendonor yg ditolak baik secara sementara maupun secara permanen karena tidak memenuhi syarat. Hal tersebut harus di perhatikan oleh petugas, petugas harus bisa dan harus pintar berkomunikasi agar tidak menjatuhkan mental pendonor dan pendonor mau kembali mendonorkan darahnya jika telah memenuhi syarat
- Pasca donasi, agar pendonor tersebut rutin mendonorkan darahnya atau menjadi pendonor lestari dibutuhkan komunikasi yg baik dari perugas teknisi pelayanan darah.
- Tidak hanya komunikasi antar pendonor dan petugas, komunikasi antar petugas dan dokter juga harus dengan baik dan jelas. Mengapa demikian, agar darah yang diberikan sesuai dengan darah yg dibutuhkan pasien

Itu saja beberapa yg saya ketahuin dari pentingnya komunikasi dalam pelayanan kesehatan khususnya di bidang transfusi darah. Terimakasih

Berliani Jati Sukma said...

Nama : Berliani Jati Sukma

Komunikasi adalah sesuatu yang sangat diperlukan dalam pelayanan darah. Komunikasi dalam pelayanan transfusi darah dapat dilakuan oleh petugas dengan pendonor maupun dengan antar petugas . Komunikasi dalam pelayanan transfusi darah dilakukan mulai dari rekruitmen calon pendonor yang dilakukan dengan tujuan menarik pendonor agar calon pendonor mau mendonorkan darah mau mendonorkan darahnya .
Komunikasi ini dilakukan tidak hanya pada tahap rekruitmen donor, komunikasi juga dilakukan pada saat seleksi donor bahwa petugas harus menyampaikan dengan baik kepada pendonor mengenai kriteria atau syarat yang harus dipenuhi sebelum mendonrokam darah yaitu berupa inform concent .
Petugas pelayanan darah juga wajib memberitahu kepasa pendonor tentang manfaat , efek samping , Proses-proses yang dilakukan saat transfusi maupun proses pengolahan darah .
Komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam pelayanan transfusi darah agar pendonor dapat mendonorkan darah kembali guna menciptakan donor darah lestari .

Baiq Mita Sri Rahmani said...

komunikasi dalam pelayanan darah
1. komunikasi antar petugas
yang bertujuan untuk
- mengatahui ataupun memahami tugas masing-masing bagian antara yang ada dalam fasilitas pelayanan darah tsb
- untuk saling bertukar ide maupun informasi antara petugas bagian yang satu dengan yang lain
- saling memotivasi dan dorongan dalam memberikan pelayan terbaik agar tercapai tujuan pasien savety,donor savety,dan tentu saja keamanan bagi petugas.
2. komunikasi petugas dengan pendonor
yang bertujuan untuk
- memberikan motivasi kepada calon donor agar dapat mendonorkan darahnya dan menolong sesama
- memberikan informasi kepada calon donor/pendonor terkait penyumbangan darah dan syarat-syarat donor,manfaat donor dan resiko yang akan di terima pendonor
- memberikan arahan atau pengaruh bahwa mendonorkan darah itu sehat dan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap life style atau healty style pendonor
3. komunikasi petugas dengan masyarakat/pasien/penerima darah
- memberikan pendidikan kepada masyarakat umum tentang apa itu donor darah dan pentingnya untuk menyelamatkan nyawa
- memberikan informasi terkait servis cost(biaya pengganti pengolahan darah) yang akan dibayarkan agar masyarakat memahami bahwa darah bukan diperjual belikan tetapi darah yang di dapat di PMI adalah darah yang sudah melalui proses dan mengharuskan untuk mengeluarkan biaya pengganti proses pengolahan tersebut
- memberikan pengartian tentang hukum membeli maupun menjual darah berdasarkan undang-undang maupun peraturan lain
4. komunikasi antara petugas UTD dengan Rumah sakit(dokter/perawat yang merawat pasien)
- bertujuan untuk memberikan pengertian kepada RS tentang waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan baik oleh UTD maupun Bank Darah Yang ada di RS
- memberikan informasi terkait stok yang ada di UTD
- memberikan pemahaman kepada dokter/perawat jika ada darah pasien/donor yang tidak sesuai dan penyebabnya.

Nana adelia said...

Komunikasi yang dilakukan dalam pelayanan darah sangatlah banyak yaitu mulai dari rekrutment donor, seleksi donor, pengambilan darah sampai pemberian darah kepada petugas untuk ditransfusikan, adanya komunikasi dalam pelayanan darah bertujuan untuk penyedian darah yang aman dan berkualitas sehingga pasien bisa sembuh, dan komunikasi yang dilakukan dalam pelayanan darah sangatlah banyak yaitu mulai dari:
1. Rekrutmen donor seperti sosialisasitentang pentingnya donor Sarah,manfaat donor darah syarat" donor darah dll yaitu komunikasi antara petugas dengan masyarakat yang dimana bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk donor.
2. Seleksi donor seperti pemeriksaan hb, berat badan, tekanan darah, dan dll yaitu komunikasi yang dilakukan antara petugas dengan calon donor yang bertujuan untuk mendapatkan darah yang aman dan berkualitas
3. Pengambilan darah seperti menjelaskan reaksi setelah donor darah yaitu komunikasi antara petugas dengan pendonor yang dimana bertujuan utk mendapatkan darah yang aman dan berkualitas dan menghindari pikiran negatif pendonor
4. komunikasi antara petugas yang satu dengan yang lain baik itu dalam satu instansi maupun dgn instansi yang lain yang dimana bertujuan untuk mencapai hasil darah yang baik, dan darah bisa bermanfaat bagi pasien yang menerima darah tersebut.
Dari berbagai macam komunikasi yang dilakukan di dalam pelayanan darah baik itu antara peTugas dengan pasien , maupun komunikasi antara petugas dengan petugas, maka komunikasi yang dilakakukan harus dengan baik agar tujuan yang diinginkan tercapai, seperti meningkatnya peminat donor darah,darah yang didapatkan aman dan berkualitas, Tidak adanya miskomunikasi antara petugas, dan pasien dapat sembuh dan sehat.

Terimakasih🙏 🙏

Wiwik Sundari said...

Komunikasi dalam pelayanan darah contohnya itu berbagai macam, agar berfungsi memberi informasi kepada masyarakat sekaligus mempengaruhi sikap untuk sadar dalam melakukan donor darah sukarela dan demi membantu sesama. Salah satu contoh komunikasi dalam pelayanan darah dalam bulan ramadahan sebagai berikut: Strategi Komunikasi yang dilakukan oleh UDD PMI untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa donor darah tidak akan membatalkan puasa, Pelayanan darah harus memberikan informasi bahwa berdonor darah dibulan ramadhan tidak akan membatalkan puasa sebab tidak ada benda yang masuk ke anggota tubuh bagian dalam melalui rongga terbuka proses pengambilan darah hanya sekedar melukai tubuh pada pengambilan darah dan tidak mempengaruhi puasanya, serta memberikan paket sembako kepada sukarelawan donor darah saat dibulan ramadhan hal ini akan meningkatkan jumlah pendonor, Mengadakan kegiatan Humanity in Ramadhan kepada remaja kegiatan sosial, dan mengadakan kegiatan darah donor ke masjid-masjid atau Mall setelah solat terawih.

Novalia Hadi Pratiwi said...
This comment has been removed by the author.
Nanda widya said...

Komunikasi menjadi salah satu sangat penting dalam kegiatan pelayanan darah. Beberapa kegiatan alur pelayanan darah dibutuhkan komunikasi, baik itu komunikasi antar petugas, komunikasi petugas dan pendonor, komunikasi petugas dengan dokter dan sebagainya.berikut ini contoh komunikasi :
A. Pasca recruitment donor dengan calon pendonor, dimana petugas berusaha menyampaikan sesuatu tentang donor darah seperti manfaat bagi kehidupan pasien dan donor, dan dampak apa yang bisa ditimbulkan apabila tidak tersedianya darah dengan cukup.
B. Pasca seleksi donor dengan calon donor, petugas harus menyampaikan kriteria-kriteria yang harus terpenuhi dari calon donor. Kriteria itu di antara lainnya berat badan min.45kg, Hb antara 12,5 -17 gr/dl, sehat jasmani dan rohani (dalam hal ini bisa diartikan tidak menderita penyakit infeksi dan penyakit berisiko tinggi seperti kanker dan jantung), bagi wanita tidak sedang hamil / menyusui / haid, usia min.17 tahun, dll.
C. Komunikasi antar petugas disetiap bagian dalam proses pelayanan darah, misalnya bagian AFTAP dengan seleksi donor,karena komunikasi ini bertujuan agar bisa dilakukan dengan baik dan efisien, agar mengurangi adanya miskomunikasi antar petugas di setiap bagian maupun dalam 1 bagian.

Mungkin itu saja yang saya ketahui tentang pentingnya komunikasi dalam pelayanan darah. Terimakasih

Novalia Hadi Pratiwi said...

Komunikasi menjadi salah satu yang perlu dilakukan dimana memberikan informasi seputar apa itu donor darah , syarat-syarat donor darah , manfaat donor darah , dan adanya komunikasi antara petugas dengan pendonor sebelum melakukan donor darah. Komunikasi dalam pelayanan transfusi darah dilakukan mulai dari rekruitmen calon pendonor yang dilakukan dengan tujuan menarik pendonor agar calon pendonor mau mendonorkan darah mau mendonorkan darahnya .
Komunikasi yang harus dilakukan itu seperti memberikan informasi kepada pendonor sebelum melakukan pengambilan darah donor maupun setelah melakukan pengambilan darah , sebelum melakukan pengambilan darah kita perlu berkomunikasi pada calon pendonor bagaimana darah ini akan diambil , dan karna sudah memasuki kriteria yang ditetapkan pendonor bisa melakukan pengambilan darah , petugas juga akan selalu berkomunikasi pada pendonor tentang efek samping yang akan terjadi pada saat pengambilan darah apabila terjadi sesuatu maka pendonor harus memberitahu kan pada petugas agar petugas bisa memberhentikan pengambilan tersebut , setelah melakukan pengambilan darah pendonor akan ditanya apakah merasakan pusing atau tidak , dan dilihat pada bekas luka tusuk apakah masih mengeluarkan darah atau tidak , jika tidak maka pendonor di informasikan bisa melakukan donor kembali 2 bulan sekali , intinya disini dibutuhkan timbul adanya timbal balik antara petugas dan pendonor , supaya pendonor bisa mendonorkan darah nya kembali dan mendapatkan donor darah lestari.

Unknown said...

Komunikasi merupakan hal yg amat sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Terutama dalam bidang transfusi darah yg kita temui sehari - hari.Komunikasi menjadi salah satu sangat penting dalam kegiatan pelayanan darah. Beberapa kegiatan alur pelayanan darah dibutuhkan komunikasi, baik itu komunikasi antar petugas, komunikasi petugas dan pendonor, komunikasi petugas dengan dokter dan sebagainya. Contoh komunikasi dalam pelayanan darah sangatlah banyak yaitu mulai dari: 
1.Melakukan recruitment donor guna untuk menarik seseorang agar mau mendonorkan darahnya untuk kepentingan sesama manusia .
2.Melakukan seleksi donor
komunikasi antar petugas seleksi donor dengan calon donor, dimana petugas menyampaikan kriteria-kriteria yang harus terpenuhi dari calon donor. Kriteria itu antara lain berat badan min.45kg, Hb antara 12,5 -17 gr/dl, sehat jasmani dan rohani (dalam hal ini bisa diartikan tidak menderita penyakit infeksi dan penyakit berisiko tinggi seperti kanker dan jantung), bagi wanita tidak sedang hamil / menyusui / haid, usia min.17 tahun, dll. 
3.Pengambilan darah donor, petugas juga harus bisa memberikan informasi kepada epndonor apabila si pendonor ingon tau apa reaksi yg terjadi setelah transfusi
4.4. komunikasi antara petugas UTD dengan Rumah sakit(dokter/perawat yang merawat pasien)
- bertujuan untuk memberikan pengertian kepada RS tentang waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan baik oleh UTD maupun Bank Darah Yang ada di RS

Unknown said...

Komunikasi merupakan hal yg amat sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Terutama dalam bidang transfusi darah yg kita temui sehari - hari.Komunikasi menjadi salah satu sangat penting dalam kegiatan pelayanan darah. Beberapa kegiatan alur pelayanan darah dibutuhkan komunikasi, baik itu komunikasi antar petugas, komunikasi petugas dan pendonor, komunikasi petugas dengan dokter dan sebagainya. Contoh komunikasi dalam pelayanan darah sangatlah banyak yaitu mulai dari: 
1.Melakukan recruitment donor guna untuk menarik seseorang agar mau mendonorkan darahnya untuk kepentingan sesama manusia .
2.Melakukan seleksi donor
komunikasi antar petugas seleksi donor dengan calon donor, dimana petugas menyampaikan kriteria-kriteria yang harus terpenuhi dari calon donor. Kriteria itu antara lain berat badan min.45kg, Hb antara 12,5 -17 gr/dl, sehat jasmani dan rohani (dalam hal ini bisa diartikan tidak menderita penyakit infeksi dan penyakit berisiko tinggi seperti kanker dan jantung), bagi wanita tidak sedang hamil / menyusui / haid, usia min.17 tahun, dll. 
3.Pengambilan darah donor, petugas juga harus bisa memberikan informasi kepada epndonor apabila si pendonor ingon tau apa reaksi yg terjadi setelah transfusi
4.Komunikasi antara petugas UTD dengan Rumah sakit(dokter/perawat yang merawat pasien)
- bertujuan untuk memberikan pengertian kepada RS tentang waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan baik oleh UTD maupun Bank Darah Yang ada di RS

Rosita said...

Komunikasi dalam pelayanan darah sangat beragam sekali, bahkan terkadang tanoa disadari telah melakukan komunikasi tersebut seperti menundukkan kepala, tersenyum dsb.dari semua komunikasi sederhana tsb tentu ada hal yang ingin dicapai sebagai contoh :
1. Perugas teknisi pelayanan darah menyampaikan pesan kepada pendonor untuk mencuci lengan sebelum dilakukan penyadapan darah, tujuannya adalah agar mengurangi kontaminasi bakteri
2. Petugas pelayanan darah menyampaikan manfaat dari donor darah kepada calon atau pun pendonor tujuannya adalah agar mereka mau mendonorkan darah dan menjadi pendonor lestari
3. Petugas menyampaikan apa saja yang tidak boleh / dilarang sebelum menyumbangkan darah sebagai contoh demam > 38°, minum obat H - 3 sebelum donor,makan 1 jam sebelum donor tujuannya adalah agar tidak terjadi reaksi pada saat penyadapan dan secara tidak langsung menyampaikan bahwa untuk menjadi pendonor harus benar2 sehat.

Unknown said...

Maria Rika Jawang said

Komunikasi dalam pelayanan darah sangat penting. Dalam beberapa alur pelayanan darah dibutuhkan komunikasi yang baik,baik itu antar petugas dan pendonor maupun antar petugas dan petugas. Contohnya dalam merekrut pendonor kita harus melakukan sesuatu yang menarik agar agar calon pendonor mau mendonorkan darahnya. Komunikasi juga dilakukan pada saat seleksi donor. Petugas menyampaikan kepada calon pendonor mengenai syarat-syarat yang harus di penuhi sebelum mendonorkan darah yang berupa informend consent.
Petugas juga harus memberikan kepada calon pendonor tentang manfaat dan efek samping dari donor darah agar calon pendonor memahaminya.jadi komunikasi yang baik itu sangat diperlukan dalam mendonorkan darah agar tercipta donor lestari

Yusril ardiansyah said...

Nama ; yusril ardiansyah
Tujuan komunikasi dalam pelayanan darah beragam mulai dari untuk sosialisasi kepada masyarakat agar sadar bahwa pentingnya donor darah sampai komunikasi antara petugas dan pendonor darah dimana komunikasi ini dilakukan agar si pendonor tau hal hal apa yg membuat si Pendonor boleh atau tidak boleh mendonorkan darahnya,,dan juga komunikasi sanagat di perlukan dalam hal anamnesa pasien atau yang lebih dikenal percakapan antara petugas medis dengan pasien yg berjuan memperoleh informasi yng sebenrnya dari pasien tentang riwayat medisnya

Akwila Bella PR said...

Komunikasi sangat diperlukan dalam pelayanan darah agar mendapatkan hasil yang di inginkan ,contoh komunikasi dalam pelayanan darah :
1. Saat rekrutmen donor.
Rekrutmen donor yaitu mencari pendonor untuk memenuhi stok darah, maka dari itu ketika melakukan rekruitmen donor sebagai petugas pelayanan darah membutuhkan komunikasi yang baik dan jelas agar masyarakat paham mengerti dan termotivasi untuk donor darah, contoh informasi yang diberikan: mengenai apa itu donor darah ,syarat donor,manfaat donor dan untuk siapa darah itu di berikan.
2. Pada saat seleksi donor
Saat menyeleksi donor petugas pelayanan darah harus menjelaskan mengenai informed concent kepada calon donor agar informed concent di isi dengan benar ,petugas juga harus ramah/tersenyum ketika sedang melayani calon pendonor.
3. Ketika pengambilan darah
Pastinya ada beberapa calon pendonor yang takut untuk di ambil darahnya untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan seperti pendonor pingsan maka yang harus dilakukan petugas pelayanan darah yaitu menenangkan calon pendonor dan menjelaskan bahwa donor itu aman.
4. Ketika dengan rekan kerja
Ketika bekerja tidak mungkin jika manusia bekerja sendiri pastinya ada orang lain juga(rekan kerja) disini komunikasi sangatlah penting untuk menghindari adanya misskomunikasi ,meningkatkan kerjasama dan keakraban diantara rekan kerja.

Tujuan komunikasi dalam pelayanan darah yang ingin dicapai bagi petugas dan pendonor yaitu untuk memenuhi stok darah yang di butuhkan, menciptakan donor lestari, donor safety dan patient safety.

Unknown said...

BARTOLOMEUS LEDUN ODJAN

Komunikasi sangat diperlukan dalam pelayanan darah.dengan adanya komunikasi hubungan yang harmonis
ada beberapa alur pelayanan darah misalya seorang teknisi bank darah yang bekerja di bagian pendaftaran donor bertanya kepada calon pendonor tentang identitasnya, sebagai salah satu prosedur dalam seleksi pendonor darah.
setekah mendapatkan pendonor komunikasi juga sangat dibutuhkan saat melakukan seleksi donor, dimana saat seleksi donor ada beberapa pertanyaan yang harus disampaikan kepada pendonor yang berbentuk inform consent, tidak hanya mengisi inform consent, tapi pendonor juga nerhak mendapatkan penjelasan tentang apa saja yang akan dilakukan saat proses donir darah berlangsung, efek samping, serta manfaat dari donor darah itu sendiri, jangan sampai calon pendonor tidak jado mendonorkam darahnya karna penyampaian kita yang mungkin kurang bagus bahkan menakut-nakuti calon pendonor.

Unknown said...

Patrisia PJK said

Komunikasi merupakan suatu proses penhampaian informasi dengan tujuan sang pendengar memahami dengan baik maksud sang pemberi pesan.
Dalam bidang TBD, komunikasi yang baik sangat diperlukan mulai dari rekrutmen, seleksi donor, pengambilan darah, pemeriksaan, penyimpanan sampai pada pendistribusian darah kita menggunakan komunikasi yang efektif agar tidak terjadi kesalapahaman yang merugikan beberapa pihak.
Dengan begitu, tujuan komunikasi memberikan pemahaman atau informasi tentang kesehatan berdonor darah.
Terima kasih

Laela Kanaya said...

Laela kanaya

Komunikasi dalam pelayanan transfusi darah sangat penting, dapat dilakukan oleh petugas dengan pendonor, petugas dengan petugas, dan petugas dengan masyarakat.
Seperti melakukan recruitment donor dimana merupakan kegiatan memotivasi masyarakat dengan berbagai cara agar bersedia menyumbangkan darahnya. Yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran masyarakat sehingga mengerti mengapa kegiatan penyumbangan darah sangat penting untuk menyelamatkan jiwa seseorang.
Seleksi donor merupakan upaya untuk menilai apakah pendonor darah memenuhi persyaratan atau tidak. Seperti menanyakan nama, usia, berat badan, melakukan pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, DLL.
Sehingga Komunikasi dalam pelayanan darah sangat penting untuk memenuhi ketersediaan darah.

Kr said...

Kristina Bota Ruron

Komunikasi dalam pelayanan darah sangat penting dan beragam jenis,salastu conto dalam merekrut pendonor kita harus melakukan komunikasi secara baik dan menarik, agar calon pendonor mau mendonorkan darahnya maka dari itu sebagai petugas harus mampu menjelaskan manfaat dan efeksamping bagi pendonor agar mereka bisa memahaminya.

Putri Liwun said...

Feliksia Putri bunga liwun

Dalam sebuah pelayanan darah,komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.Tanpa komunikasi pelayanan yang dilakukan tidak akan efektif dan efisien,sehingga tujuan dari pelayanan tersebut tidak akan tercapai.Tujuan komunikasi adalah memberi ide atau informasi serta pemahaman.
Komunikasi dalam pelayanan darah dapat dilakukan oleh petugas dengan pendonor,maupun petugas dengan petugas.Sebagai contohnya adalah dalam merekrut pendonor kita harus melakukan sesuatu hal yang menarik agar calon pendonor mau mendonorkan darahnya.Petugas juga akan selalu berkomunikasi dengan pendonor tentang efek samping dan manfaat saat pengambilan darah.

Unknown said...

Nama:Maria stelamaris Pao Liwun

Komunikasi sangat penting dalam pelayanan darah.seorang teknisi bqnk dqrahvyg hendak merekrut seorang pendonor harus memberitahukan informasi yang jelas sehingga pendonor bisa mendonorkan darahnya untuk menghinghindari terjadinya kesaoahan dqoam merekrut yang menakibatkan kerugian bagi kedua pihak. Dengan demikikian tujuan utama dalam pelayanan darah dapat terwujud.

Unknown said...

Nama : Lalu Gede Wira S

Komunikasi juga dapat disebut sebagai proses pertukaran pesan antara dua orang atau lebih dengan tujuan agar dapat diterima dengan baik, sedangkan komunikasi dalam hal pelayanan transfusi darah tujuan antara lain: memenuhi ketersediaan darah yang aman untuk kebutuhan pelayanan kesehatan ,memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan darah,memudahkan akses memperoleh darah untuk penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan,dan memudahkan akses memperoleh informasi tentang ketersediaan darah.
Oleh karenanya tujuan komunikasi dalam ruang lingkup pelayanan transfusi darah itu sangat penting.
Terimakasih 🙏🏻

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel